Senin, 21 Mei 2012

Tenyata Sepak Bola pakai Fisika!



Sepakbola adalah permainan fisika. Dengan mengerti fisika kita bisa lebih menikmati
permainan sepakbola, kita dapat mengerti  mengapa lintasan  bola berbentuk parabola,
bagaimana terjadinya tendangan pisang, mengapa penjaga gawang sulit menahan
tendangan pinalti, bagaimana orang menyundul bola dengan lebih efektif dan masih
banyak lagi. Seorang pemain profesional yang diperlengkapi dengan ilmu fisika akan
dapat memperbaiki skill dan kemampuannya.

Gerakan Parabola
Ketika di SMP/SMA, kita belajar bahwa  bola yang ditendang dengan sudut elevasi
tertentu akan membentuk lintasan parabola (Gb. 1b). Bentuk lintasan ini sangat
dipengaruhi oleh gravitasi bumi, kecepatan dan sudut elevasi bola.  Tanpa gravitasi bola
akan bergerak lurus ke atas (Gb. 1a). Gravitasilah yang menarik bola turun. Semakin
besar gravitasi semakin cepat bola jatuh ke tanah (lintasan bola  semakin pendek). Di
bulan yang gravitasinya lebih kecil, lintasan bola yang ditendang astronot akan jauh lebih
panjang dibandingkan dengan lintasan bola di Bumi. Menurut perhitungan fisika, untuk
menendang bola sejauh mungkin, pemain sepakbola harus menendang bola sekeras
mungkin dan dengan sudut elevasi 45 derajat.








Tendangan Pisang
Tahun 70-an Pele terkenal dengan tendangan pisangnya. Tahun 1998 gantian  Roberto
Carlos dipuja-puja karena tendangan pisangnya. Tahun 2006 ini  para penonton sedang
menunggu-nunggu bagaimana  David Beckham mengecoh para penjaga gawang dengan
tendangan pisangnya yang sangat terkenal itu. 

Kita tentu masih ingat gol-gol manis David Beckham melalui tendangan bebasnya.  yang
dilakukan sekitar 30 meter didepan gawang. Beckham menendang bola  dengan
kecepatan sekitar 120 km/jam, bola melambung sekitar 1 meter melewati kepala para
pagar betis itu dan secara tiba-tiba bola membelok serta masuk ke gawang lawan.
Tepukan menggemuruh menyambut gol yang sangat spektakular ini.

Bagaimana David Beckham melakukan ini?
Seorang pengamat sepakbola Keith Hanna mengatakan bahwa Beckham melakukan ini
karena otaknya yang jenius dapat memproses perhitungan fisika yang kompleks secara
cepat sekali. Peneliti lain dari Universitas Sheffield, Inggris mengatakan hal yang sama:
"... Beckham was applying some very sophisticated physics,"

Lintasan bola  yang menyerupai bentuk pisang ini sudah lama menjadi perhatian para
peneliti. Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil berotasi.  Gerakan bola ini menimbulkan aliran udara. Akibat  rotasi bola, 
aliran udara  yang searah dengan arah rotasi bola (A) bergerak relatif lebih cepat
dibandingkan aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Menurut Bernoulli semakin cepat
udara mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan tekanan di A. Perbedaan tekanan ini  menimbulkan gaya yang membelokan 
bola ke arah A. Membeloknya  bola akibat  perbedaan tekanan udara ini sering disebut
efek  magnus untuk menghormati Gustav Magnus. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar