Sepakbola
adalah permainan fisika. Dengan mengerti fisika kita bisa lebih menikmati
permainan
sepakbola, kita dapat mengerti mengapa
lintasan bola berbentuk parabola,
bagaimana
terjadinya tendangan pisang, mengapa penjaga gawang sulit menahan
tendangan
pinalti, bagaimana orang menyundul bola dengan lebih efektif dan masih
banyak lagi.
Seorang pemain profesional yang diperlengkapi dengan ilmu fisika akan
Gerakan Parabola
Ketika di
SMP/SMA, kita belajar bahwa bola yang
ditendang dengan sudut elevasi
tertentu
akan membentuk lintasan parabola (Gb. 1b). Bentuk lintasan ini sangat
dipengaruhi
oleh gravitasi bumi, kecepatan dan sudut elevasi bola. Tanpa gravitasi bola
akan
bergerak lurus ke atas (Gb. 1a). Gravitasilah yang menarik bola turun. Semakin
besar
gravitasi semakin cepat bola jatuh ke tanah (lintasan bola semakin pendek). Di
bulan yang
gravitasinya lebih kecil, lintasan bola yang ditendang astronot akan jauh lebih
panjang
dibandingkan dengan lintasan bola di Bumi. Menurut perhitungan fisika, untuk
menendang
bola sejauh mungkin, pemain sepakbola harus menendang bola sekeras
mungkin dan
dengan sudut elevasi 45 derajat.
Tendangan Pisang
Tahun 70-an
Pele terkenal dengan tendangan pisangnya. Tahun 1998 gantian Roberto
Carlos
dipuja-puja karena tendangan pisangnya. Tahun 2006 ini para penonton sedang
menunggu-nunggu
bagaimana David Beckham mengecoh para
penjaga gawang dengan
tendangan
pisangnya yang sangat terkenal itu.
Kita tentu
masih ingat gol-gol manis David Beckham melalui tendangan bebasnya. yang
dilakukan
sekitar 30 meter didepan gawang. Beckham menendang bola dengan
kecepatan
sekitar 120 km/jam, bola melambung sekitar 1 meter melewati kepala para
pagar betis
itu dan secara tiba-tiba bola membelok serta masuk ke gawang lawan.
Tepukan
menggemuruh menyambut gol yang sangat spektakular ini.
Bagaimana
David Beckham melakukan ini?
Seorang
pengamat sepakbola Keith Hanna mengatakan bahwa Beckham melakukan ini
karena
otaknya yang jenius dapat memproses perhitungan fisika yang kompleks secara
cepat
sekali. Peneliti lain dari Universitas Sheffield, Inggris mengatakan hal yang
sama:
"...
Beckham was applying some very sophisticated physics,"
Lintasan
bola yang menyerupai bentuk pisang ini
sudah lama menjadi perhatian para
peneliti.
Gustav Magnus tahun 1852 pernah meneliti kasus sebuah bola yang bergerak
sambil
berotasi. Gerakan bola ini
menimbulkan aliran udara. Akibat rotasi
bola,
aliran
udara yang searah dengan arah rotasi
bola (A) bergerak relatif lebih cepat
dibandingkan
aliran udara pada sisi bola yang lain (B). Menurut Bernoulli semakin cepat
udara
mengalir, semakin kecil tekanannya. Akibatnya tekanan di B lebih besar
dibandingkan
tekanan di A. Perbedaan tekanan ini
menimbulkan gaya yang membelokan
bola ke arah
A. Membeloknya bola akibat perbedaan tekanan udara ini sering disebut
efek magnus untuk menghormati Gustav Magnus.
.bmp)
.bmp)
.bmp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar